PENERAPAN SISTIM PAKAR UNTUK PENGEMBANGAN STRATEGI PENGAMANAN WILAYAH PERBATASAN LAUT INDONESIA

Posted by asepdoni | Kumpulan Tugas Seminar | Saturday 9 March 2013 9:37 pm

1. Identitas Jurnal

PENERAPAN SISTIM PAKAR UNTUK PENGEMBANGAN STRATEGI PENGAMANAN WILAYAH PERBATASAN LAUT INDONESIA

Hozairi, Ketut Buda Artana, Masroeri, M.Isa Irawan

Program Doktor, Jurusan Teknik Sistem dan Pengendalian Kelautan

Fakultas Teknologi Kelautan

Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Jl.Kampus ITS SUkolilo, Surabaya 60111

Telp (031) 5929797

Promotor, Jurusan Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Co-Promotor, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

hozairi@na.its.ac.id

2. Ringkasan Jurnal

Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara kepulauan dengan jumlah pulau 17.504 dan panjang garis pantai 80.290 km serta 2/3 luas wilayah terdiri dari laut, memiliki wilayah yang berbatasan dengan 3 negara tetangga yaitu Malaysia, Papua Nugini dan Timor Leste. Sedangkan dikawasan laut Indonesia memiliki wilayah yang berbatasan dengan 10 negara tetanggya yaitu India, Singapura, Thailand, Malaysia, Vietnam, Australia, Papua Nugini, Philipina dan Timor Leste.

Isuk keamanan kelautan cukup perhatian serius. Isu keamanan kelautan tersebut meliputi ancaman kekerasan (pembajakan, perombakan dan sabotase serta teror objek vitasl), ancaman navigasi, ancaman sumber daya dan acaman kedaulatan dan hukum (imigran gelap, eksporasi dan ekspoitasi sumber kekayaan alam secara ilegal, termasuk pengambilan harta karun, penyelundupan barang dan senjata, serta penyelundupan kayu gelonggongan melalui laut).

Berdasarkan data International Maritime Bureu (IMB) Kuala Lumpur tahun 2001, dari 213 laporan pembajakan dan perompakan yang terjadi di perairan Asia dan kawasan samudera hindia, 91 kasus diantaranya terjadi di Indonesia. Namun data dari pemerintah Indonesia yang di keluarkan oleh TNI-AL menyatakan bahwa selama tahun 2001 terjadi 61 kasus yang murni dikategorikan sebagai aksi pembajakan dan perompakan dengan lokasi tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Meskioun terdapat perhitungan yang berbeda oleh kedua institusi tersebut, namun data tersebut menunjukan bahwa keamanan perairan Indonesia pada dekade terakhir memiliki ancaman dan gangguan keamanan yang cukup serius dan perlu penanganan segera.

Dari permasalahan diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa perairan Indonesia sangat mengkhawatirkan dan perlu adanya pengamanan yang lebih ketat. Dengan penerapan sistem pakar ini maka dapat dilakukan langkah cepat dan tepat untuk menjaga keamanan khususnya di wilayah perairan Indonesia. Sehingga ancaman, penyebab dan pengobatannya dapat teratasi secara benar.

IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT DENGAN GEJALA DEMAM MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR

Posted by asepdoni | Kumpulan Tugas Seminar | Friday 8 March 2013 10:09 pm

1. Identitas Jurnal

IMPLEMENTASI SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT DENGAN GEJALA DEMAM MENGGUNAKAN METODE CERTAINTY FACTOR

Daniel, Gloria Virginia

Teknik Informatika Universitas Kristen Duta Wacana

daniel_3490@yahoo.com, gloriavirginia@gmail.com

Soni Ananto

Dokter Umum

2. Ringkasan Jurnal

Salah satu masalah di dalam dunia medis adalah ketidakseimbangan antara pasien dan dokter. Selain itu kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai medis serta kurangnya kemauan masyaraat juga untuk berkonsultasi kepada dokter. Bahkan penyakit demam yang dikenal cukup umum pun sangat kurang dalam penanganan awal.

Oleh karena itu, sangat diperlukan sekali sebuah sistem untuk mendiagnosa penyakit tersebut secara cepat dan sama halnya seperti konsultasi kepada dokter. Sehingga masyarakat di mudahkan dalam hal penyelesaian penyakit demam yang di bilang cukup dikenal di masyarakat.

Dalam membangun sistem pakar, dibutuhkan proses akuisisi pengetahuan yaitu proses mengambil pengetahuan dari pakar untuk direpresentasikan ke dalam sistem komputer. Pengetahuan hasil akuisisi inilah yang  kemudian menjadi pengetahuan dalam basis pengetahuan sebuah sistem pakar.

Batasan-batasan yang di bahas dalam penelitian penyakit demam ini adalah sebagai berikut :

  • Sistem yang dibangun adalah sistem yang digunakan untuk melakukan diagnosis penyakit secara umum dan secara subyektif dirasakan oleh pasien bahwa dia mengalami gejala demam.
  • Gejala-gejala yang didiagnosis hanya berdasarkan pemeriksaan fisik dan tidak ada pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaam laboratorium.
  • Jenis penanganan atau pengobatan yang dianjurkan hanya pengobatan sebagai pertolongan pertama dan simptotis (menghilangkan gejala).
  • Diagnosisis yang dilakukan hanya ditujukan untuk orang dewasa yang berusia diatas 18 tahun.

Berhubungan dengan proses akuisisi pengetahuan, walaupun sistem yang dibangun mampu memberikan performa yang cukup baik dalam menganalisis penyakit berdasarkan gejala-gejala fisik yang dialami , pada kenyataannya proses akuisisi yang telah dilakukan tidak mudah. Selain masalah waktu, dari metode interview techniques yang dilakukan terdapat beberapa kendala terutama dari sisi knowledge engineer dalam mengambil dan menerjemahkan pengetahuan. Pengetahuan tersebut adalah pengetahuan pakar yang bersifat dalam (deepitacit) seperti pengetahuan yang berkaitan dengan pengalaman, intuisi, keterampilan, persepsi pribadi dan perasaan.

Selain itu metode observasi tidak dapat dilakukan karena masalah kode etik kedokteran, yaitu adanya privasi antara konsultasi pasien dengan dokter. Sebenarnya apabila metode observasi dapat dilakukan kemungkinan  besar kualitas pengetahuan akan meningkat karena melalui observasi langsung terhadap kualitas pasien dan dokter, deep knowledge pakar dan proses berpikirnya kemungkinan besar dapat ditangkap.

Berdasarkan hasil implementasi dan evaluasi sistem, dapat disimpulkan bahwa akuisisi pengetahuan yang dilakukan sudah cukup efektif. Hal ini dikuatkan dengan hasil evaluasi terhadap ketepatan output sistem, baik berdasarkan pakar maupun user. Ketepatan output sistem tersebut merupakan salah satu indikator bahwa basis pengetahuan sistem cukup baik. Sedangkan basis pengetahuan sesitem dapat dibangun dengan baik jika proses akuisisi pengetahuan yang dilakukan dengan tepat.

Meskipun demikian, pada kenyataannya proses akuisisi yang dilakukan tidak mudah karena terdapat berbagai macam kendala seperti masalah waktu, pengetahuan pakar yang bersifat dalam (deepitacit), kesulitan yang dialami knowledge engineer dalam memahami pengetahuan di bidang kedokteran serta metode observasi yang tidak dapat dilakukan karena masalah kode etik kedokteran.

PENYUSUNAN RANSUM AYAM BURAS

Posted by asepdoni | Kumpulan Tugas Seminar | Thursday 7 March 2013 2:02 pm

1. Identitas Jurnal

PENYUSUNAN RANSUM AYAM BURAS

A.P. SINURAT

(Balai Penelitian Ternak, Ciawi)

2. Ringkasan Jurnal

Pakan merupakan salah satu kebutuhan utama yang diperlukan dalam memelihara ternak. Pakan bisa membutuhkan biaya yang sangat besar karena memerlukan 60-80% dari total pemeliharaan ternak. Oleh karena itu,bagi yang memelihara ternak tentunya sangat memperhatikan kualitas pakan yang digunakan karena mempengaruhi terhadap keuntungan yang di dapatkan.

  • Prinsip Penyusunan Ransum Ayam Buras

Prinsip penyusunan ransum ayam buras pada dasarnya sama dengan prinsip penyusunan ayam ras, yaitu membuat ransum dengan kandungan gizi yang sesuai dengan kebutuhan zat gizi ayam tersebut untuk memperoleh hasil yang diharapkan.

  • Kebutuhan Gizi Ayam Buras

Macam gizi yang dibutuhkan ayam buras sama dengan yang dibutuhkan ayam ras, yaitu Energi (karbohidrat dan lemak), protein/asam amino, vitamin dan mineral.

  • Teknik Penyusunan Ransum

Menyusun ransum pada hakekatnya sama dengan mencampur bahan-bahan pakan yang dimiliki dengan perbandingan tertentu agar campuran tersebut dapat memenuhi kebutuhan ayam untuk berproduksi dengan baik.

Cara penyusunan ransum yang lebih baik adalah dengan cara menggunakan persamaan-persamaan linier. Cara ini membutuhkan pengetahuan berhitung yang lebih rumit dari pada kita menggunakan cara yang coba-coba.

DESAIN SISTEM PAKAR UNTUK KONTROL KUALITAS PAKAN

Posted by asepdoni | Kumpulan Tugas Seminar | Monday 4 March 2013 9:12 pm

1. Identitas Jurnal

DESAIN SISTEM PAKAR UNTUK KONTROL KUALITAS PAKAN

E. Trisyulianti., H. Hardjomidjojoh, Y. Arkeman & A.Saefuddin
Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan IPB
Jl. Agatis Kampus IPB Darmaga, Fakultas Peternakan, IPB Bogor 16680
Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB

Departemen Teknologi lndustri Pertanian,Fakultas Teknologi Pertanian IPB
Departemen Statistik, Fakultas Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam IPB
(Diterina 22-07-2005; .liset j i 24-II-2005)

2. Ringkasan Jurnal

Pabrik pakan menjalankan suatu rangkaian aktivitas untuk memproduksi pakan sesuai spesifikasi diharapkan konsumen baik komposisi nutrisi, disukai ternak, serta bebas dari kontaminasi. Menurut Herman (2000) pakan berkualitas dapat diwujudkan dengan beberapa faktor seperti pemilihan bahan baku, nutrisi, laboratorium lapang, peralatan operasi, perawatan dan sistem suplai udara dan uap air. Sedangkan menurut Heizer dan Render (1999) pengembangan kualitas akan menyebabkan peningkatan respon pelanggan, harga jual yang meningkat dan mengembangnya reputasi sehingga mendongkrak nilai penjualan.

Dalam jurnal desain sistem pakar untuk kontrol kualitas pakan ini terdapat 2 metode yang digunakan, yaitu :

  • Kerangka Pemikiran

Kualitas produk pakan ditentukan oleh kualitas bahan baku, kualitas proses, kualitas kemasan dan kualitas penyimpanan. Dalam menjaga kualitas dari pakan tersebut tentunya diperlukan langkah yang cepat serta tepat agar proses berlangsung dengan baik. Oleh karena itu diperlukan seorang pakar untuk berkonsultasi masalah penjagaan kualitas pakan tersebut.

  • Perancangan Model Sistem Pakar

Perancangan model dilakukan dengan dua tahapan yaitu, tahap persiapan dan tahap pengembangan. Tahapan persiapan meliputi identifikasi permasalahan, penetapan tujuan, ruang lingkup dan tujuan sistem pakar, studi pustaka, pemilihan pakar dan pemillihan bahasa komputer yang digunakan. Sedangkan tahap pengembangan meliputi pengembangan basis pengetahuan berupa akuisisi pengetahuan, konsuptualisasi pengetahuan, dan representasi pengetahuan, pengembangan mekanisme inferensi, pemrograman komputer dan verifikasi.

Dari pemaparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa model yang dikembangkan sebagai penerapan sistem pakar untuk sistem pengawasan mutu proses akan menunjukan apakah suatu proses ideal atau tidak, dan lebih lanjut ada rekomendasi tindakan jika terjadi proses yang tidak ideal, disamping memberikan informasi mengenai sistem pengawasan mutu dari mulai bahan baku sampai dengan produk.

Keunggulan model pengawasan mutu pakan adalah dapat digunakan oleh industriawan pakan secara otomatis sehingga praktis digunakan, cepat dan tepat, dapat menentukan secara cepat apakah proses dalam kondisi ideal atau tidak ideal. Memberikan informasi rekomendasi tindakan jika prosesnya tidak ideal dan dikembangkan dengan menggunakan kombinasi perangkat lunak sehingga mudah digunakan dengan tampilan yang menarik dan pengguna dapat melakukan input data dan informasi secara mudah jika diperlukan.

PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT AYAM MENGGUNAKAN PHP

Posted by asepdoni | Kumpulan Tugas Seminar | Monday 4 March 2013 1:01 pm

1. Identitas Jurnal

PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT AYAM  MENGGUNAKAN PHP

Juliana
Sistem Informasi, Universitas Gunadarma
amijoel@gmail.com

2. Ringkasan Jurnal

Pada zaman sekarang ini, kinerja yang dilakukan oleh manusia banyak sekali dibantu oleh komputer. Setiap aktivitas manusia saat ini tidak lepas dari komputer. Bahkan saat ini peranan komputer berperan aktif dalam hal Kecerdasan Buatan. Kecerdasan buatan merupakan   kegiatan menyediakan mesin yang dianggap cerdas yang dapat berperilaku layaknya seperti manusia.

Konsep sistem pakar didasarkan pada asumsi bahwa pengetahuan pakar dapat disimpan dan diaplikasikan kedalam komputer, kemudian diterapkan oleh orang lain saat dibutuhkan. Salah satu pemanfaatan dari sistem pakar adalah bidang kedokteran, mengingat pandangan masyarakat mengenai kesehatan belakangan ini sangat peka. Hal ini didasarkan karena masyarakat menjadi tahu penyakit yang di derita sebelum penyakit tersebut bertambah parah.

Setiap peternak ayam, baik yang berskala kecil maupun besar tentuya sangat memperhatikan kesehatan dari pada ayam-ayamnya. Tetapi terkadang banyak peternak yang enggan datang untuk berkonsultasi bahkan memeriksakan ayam-ayamnya tersebut ke dokter hewan, dikarenakan alasan waktu dan biaya. Padahal kebutuhan akan informasi yang tepat dari pakarnya sangat dibutuhkan untuk kesehatan ayam.

Sistem pakar merupakan sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar.

Dalam mengembangkan sistem pakar, tedapat lima tahapan yang harus dilakukan menurut Sri Kusmadewi (2003), yaitu :

1. Tahapan Identifikasi

Tahapan ini yaitu tahapan untuk menganalisa dan menentukan batasan masalah, sistem pakar yang terlibat, sumber daya yang dibutuhkan dan tujuan yang akan dicapai.

2. Tahap Konseptualisasi

Tahapan ini merupakan tahapan dimana pengetahuan dan pakar menentukan konsep yang akan dikembangkan menjadi suatu sistem pakar. Dari konsep terssebut akan dirinci dan dan dikaji antara unsur serta mekanisme pengendalian yang akan diperlukan untuk mencapai solusi terbaik.

3. Tahap Formalisasi

Tahapan ini merupakan tahapan dimana hubungan antara unsur digambarkan dalam format yang digunakan dalam sistem pakar. Tahapan ini menentukan alat pembangunan sistem, teknik inferensi dan struktur data yang digunakan pada sistem pakar.

4. Tahap Implementasi

Tahapan ini merupakan tahap yang sangat penting karena disinilah siste pakar yang dibuat akan diterapkan dalam bentuk program komputer.

5. Tahap Pengujian

Tahapan ini merupakan tahap untuk menguji kinerja sistem serta keakuratan data yang dihasilkan sehingga di dapat hasil yang efisien.

Metode Penelitian yang digunakan adalah dengan mengikuti lima tahapan yang harus dilakukan dalam mengembangkan sistem pakar. Tetapi ada metode lain yang dilakukan yaitu dengan studi pustaka dengan mempelajari artikel serta buku yang berkaitan dengan ayam.

Tahap identifikasi menganalisa apa yang dilakukan user dalam sistem menggunakan diagram use case dan ruang lingkup yang akan dibangun. Pada tahap konseptualisasi, dipelajari menganalisa gejala-gejala penyakit yang dapat terjadi pada ayam. Pada tahap formalisasi dirancang keterkaitan antar data dengan diagram kelas dan diagram sequence. Pada tahap implementasi menggambarkan komponen struktur sistem yang dibangun dengan menggunakan diagram komponen. Selain itu dalam tahap ini dibuat alur dari database, alus=r kerja sistem dan program yang dibuat dengan bahasa pemrograman PHP. Kemudian tahap terakhir yaitu pengujian, diuji program yang telah dibuat dan diketahui kinerja dari sistem tersebut.

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan penulis, maka dapat disimpulkan bahwa perancangan sistem pakar ini dapat mempercepat penanganan penyakit pada ayam. Sistem ini memiliki beberapa keuntungan seperti kecepatan penanganan, dapat diakses kapanpun dan lebih ekonomis.

PENGKELASAN BENTUK KROMOSOM DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY MEMBERSHIP-ROSTER

Posted by asepdoni | Kumpulan Tugas Seminar | Thursday 28 February 2013 12:43 am

1. Identitas Jurnal

PENGKELASAN BENTUK KROMOSOM DENGAN MENGGUNAKAN METODE
FUZZY MEMBERSHIP-ROSTER

Sugiarto, Muhammad Erwin Ashari Haryono, Taufiq Hidayat
Laboratorium Pemrograman dan Informatika Teori,
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia
E-mail: graydolphin@yahoo.com, meah@fti.uii.ac.id

2. Ringkasan Jurnal

Pengkelasan bentuk kromosom merupakan salah satu cara untuk menyederhanakan kromosom menjadi beberapa kelas. Dengan memanfaatkan fuzzy membership-roster, kromosom dapat dikelaskan menjadi tiga kelas, pertama yang dilakukan adalah memasukkan gambar kromosom dan menentukan titik koordinat x dan titik koordinat y pada gambar sesuai dengan pola pengkelasan kromosom. Langkah selanjutnya adalah menghitung jarak dan sudut yang terbentuk pada lengan dan juga kaki kromosom. Tahap berikutnya adalah menentukan kelas kromosom dengan cara menghitung fungsi keanggotaan dari tiga kelas kromosom. Penentuan kelas kromosom ditentukan dengan cara mengambil nilai yang paling maksimum dari tiga fungsi kelas keanggotaan kromosom.

Sistem pengkelasan bentuk kromosom dengan menggunakan fuzzy membership-roster ini memberikan kemudahan bagi seseorang yang menekuni ilmu dalam bidang kedokteran, bidang biologi, dan ilm pengetahuan, yang mempelajari tentang kromosom.

PENYELESAIAN PUZZLE SUDOKU MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA

Posted by asepdoni | Kumpulan Tugas Seminar | Wednesday 27 February 2013 11:49 pm

1. Identitas Jurnal

PENYELESAIAN PUZZLE SUDOKU
MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA

Randy Cahya Wihandika1, Nur Rosyid Mubtada’i, S.Kom2, Rizky Yuniar H, S.Kom, M.T2
Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika, Dosen Jurusan Teknik Informatika
Jurusan Teknik Informatika
Politeknik Eletronika Negeri Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia
Tel: +62 (31) 594 7280; Fax: +62 (31) 594 6114
E-mail: pens@eepis-its.edu or rendicahya@yahoo.com
Homepage: http://www.eepis-its.edu/

2. Ringkasan Jurnal

Sudoku adalah sebuah permainan puzzle pada papan berukuran 9×9 yang menggunakan akangka 1 sampai 9. Target dari permainan ini adalah melengkapi papan dengan mengisi kotak-kotak yang kosong dengan sebuah angka sehingga dalam satu baris, kolom, dan region (kotak 3×3) tidak ada angka yang berulang. Oleh karena itu, dalam suatu puzzle sudoku hanya terdapat 1 solusi yang valid.

Permainan ini jika diselesaikan secara manual akan memakan waktu cukup lama, sehingga mulai dilakukan penelitian untuk menyelesaikan puzzle sudoku menggunakan beberapa algoritma yang dalam prosesnya diperlukan banyak iterasi.

Dengan menggunakan algoritma genetika, suatu solusi puzzle sudoku direpresentasikan dalam sebuah kromosom atau individu dengan struktur tertentu. Kromosom yang terkumpul dalam populasi mengalami berbagai proses, mulai dari seleksi, pindah silang, mutasi, hingga pergantian generasi. Kromosom yang terbaik merupakan solusi dari puzzle tersebut.

Puzzle sudoku dapat diselesaikan dengan alur sistem seperti berikut :

  • Pada saat memulai permainan, maka dibangkitkan puzzle yang valid dan disediakan kolom-kolom yang kosong untuk di isi. Namun angka-angka yang muncul pada puzzle tersebut tidak ada yang sama baik itu baris, kolom maupun region.
  • Setelah puzzle valid, maka buat beberapa kromosom sebagai solusi dari kotak-kotak yang kosong tersebut. Namun jika dalam baris, kolom, maupun region hanya terdapat satu kolom yang kosong, maka kemungkinan angka tersebut langsung di isi.
  • Setelah dilakukan pengisian terhadap kotak-kotak yang kosong tersebut, maka di hitung nilai fitness nya apakah masih ada error ataukah sudah mencapai solusi yang valid.
  • Jika sudah mendapatkan solusi yang valid, maka proses selesai.
  • Jika belum mendapatkan solusi, maka dilakukan proses seleksi dan pindah silang untuk menemukan kromosom baru yang mungkin menjadi solusi yang terbaik untuk menutupi kotak-kotak kosong yang error tersebut. Setelah itu kembali ke langkah 2 dan iterasi berlanjut sampai menemukan solusi yang valid.

PENGATUR SUHU BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA SISTEM REFIGERASI

Posted by asepdoni | Kumpulan Tugas Seminar | Wednesday 27 February 2013 9:02 pm

1. Identitas Jurnal

PENGATUR SUHU BERBASIS LOGIKA FUZZY PADA SISTEM REFIGERASI

Suryadi

Staf Pengajar Politektik Negeri Padang

2. Ringkasan Jurnal

Refrigerasi adalah suatu sistem yang memungkinkan untuk mengatur suhu sampai mencapai suhu di bawah suhu lingkungan. Penggunaan refrigerasi sangat dikenal pada sistem pendingin udara pada bangunan, transportasi, dan pengawetan suatu bahan makanan dan minuman. Penggunaan refrigerasi juga dapat ditemukan pada pabrik skala besar, contohnya, proses dehidrasi gas, aplikasi pada industri petroleum seperti pemurnian minyak pelumas, reaksi suhu rendah, dan proses pemisahan hidrokarbon yang mudah menguap.

Metoda logika Fuzzy digunakan untuk pengaturan temperatur pengkondisian udara (AC) secara otomatis. Hal ini dilatar belakangi karena banyaknya kelemahan-kelemahan teknis yang membuat peralatan-peralatan tersebut cepat rusak disamping penggunaan energi listrik tidak efisien.

Metodologi yang digunakan dalam jurnal ini adalah terdiri dari 4 metodologi, yaitu :

  • Studi Literatur
  • Metode Eksperimen
  • Penelitian Lapangan dan
  • Metode Konsultasi

Untuk sebuah alat pengatur suhu diperlukan beberapa spesifikasi alat yaitu :

  • Sumber Tegangan AC 220 V
  • Tegangan input rangkaian microcontroller AT89C51 : 5V DC
  • Tegangan input rangkaian sensor : 5 V DC
  • Tegangan input rangkaian ADC 0809 : 5 V DC
  • Tegangan input rangkaian driver : 12 V DC

Alat ini dapat digunakan untuk penstabilan suhu ruangan secara otomatis tanpa pengesetan dengan menggunakan remote. Untuk melihat tampilan kenaikan dan penurunan suhu aktual dan set point suhu yang diinginkan dapat menggunkan tampilan seven segment serta pada perancangan sistem yang dibuat menggunakan logika fuzzy dengan derajat keanggotaan antara 0 sampai 1 sehingga pengaturan kecepatan motor blower dapat dibunakan dalam tiga kondisi (lambat, sedang, cepat) dan pengaturan motor kompresor pada Air Conditioning (AC).

METODE PENDIAGNOSA KEBUTAAN WARNA DENGAN MENGGUNAKAN METODE ISHIHARA

Posted by asepdoni | Kumpulan Tugas Seminar | Wednesday 27 February 2013 6:39 pm

1. Identitas Jurnal

MODEL PENDIAGNOSA KEBUTAAN WARNA
DENGAN MENGGUNAKAN
METODE ISHIHARA

Hari Murti, S.Kom, M.Cs dan Rina Candra Noor Santi, S.Pd, M.Kom

2. Ringkasan Jurnal

Buta Warna adalah suatu kelainan yang disebabkan karena ketidakmampuan sel-sel kerucut dalam retina mata yang mengalami kelemahan atau kerusakan permanen dan tidak mampu merespon warna dengan semestinya. Buta warna merupakan kelainan genetika atau bawaan yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya, kebutaan warna juga dapat disebabkan karena seseorang tersebut mengkonsumsi obat dalam periode waktu tertentu karena penyakitnya. Penglihatan warna sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari dari seseorang, menjadikan masalah dan bahkan merasa tersiksa serta frustasi dengan keadaan ini, misalnya seseorang tidak dapat membedakan warna yang ada di crayon, tidak dapat mengenal rambu-rambu lalu lintas dan masih banyak hal lain di kehidupan nyata yang tidak dapat dilihat dengan benar. Kebutaan warna tidak dapat disembuhkan, karena kebutaan warna bukan merupakan penyakit, tetapi dikategorikan sebagai gangguan penglihatan. Seseorang yang mengalami kebutaan warna akan tetap dapat melihat warna tetapi sesuai dengan persepsi dari dirinya sendiri. Sedangkan kebutaan yang disebabkan karena efek samping dari obat, maka seseorang tersebut dapat disembuhkan.

Orang yang mengalami kebutaan warna dapat dilakukan pengecekan dengan melakukan Ishihara Test. Test ini terdiri dari lembaran-lembaran yang didalamnya terdapat titik-titik dengan berbagai warna dan ukuran. Titik-titik tersebut membentuk lingkaran, warna titik itu dibuat sedemikian rupa sehingga seseorang yang mengalami buta warna tidak akan mengalami perbedaan sebagai mana mestinya orang yang mempunyai mata normal.

Rancangan model tersebut dapat digunakan sebagai alat bantu untuk tes pemeriksaan gangguan penglihatan terhadap warna, karena dari rancangan sistem pakar kebutaan warna memberikan hasil pemeriksaan yang sama seperti hasil pemeriksaan secara manual dengan buku/tes ishihara yang dilakukan oleh seorang dokter mata.

Analisa rancangan sistem pakar kebutaan warna dapat digunakan sebagai pengganti seseorang pakar dalam melakukan tugas pemeriksaan terhadap gangguan penglihatan.

Dalam menganalisa kebutaan warna disediakan fasilitas pemutakhiran basis pengetahuan secara terus menerus, menambah plat soal baru disesuaikan dengan penyempurnaan buku/alat tes ishihara ediri baru.

JARINGAN SYARAF TIRUAN : APLIKASI PEMILIHAN MEREK

Posted by asepdoni | Kumpulan Tugas Seminar | Wednesday 27 February 2013 7:59 am

1. Identitas Jurnal

JARINGAN SYARAF TIRUAN : APLIKASI PEMILIHAN MEREK

Yohanes Suhari

Program Studi Sistem Informasi

Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Stikubank

ysuhari@gmail.com

2. Ringkasan Jurnal

Dalam hal ini saya akan memaparkan secara ringkas isi dari pada Jurnal mengenai Syaraf Tiruan tentang Aplikasi Pemilihan Merek.

Aplikasi jaringan syaraf tiruan sudah banyak dilakukan dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah mengenai pemasaran. Dalam hal pemasaran, konsumen meilih beberapa barang yang akan di pertimbangkan yang nantinya akan menjadi pilihan untuk dijadikan sebagai barang kebutuhan untuk dibeli. Metode yang terkenal adalah Multinomial Logit.

Metode ini yaitu mengumpulkan barang-barang pilihan dengan berbagai merek yang kemudian akan menjadi pertimbangkan untuk dibeli. Namun cara ini kurang realistis disebabkan karena konsumen harus melakukan beberapa tahap yaitu mulai dari pengumpulan beberapa pilihan barang dengan berbagai merek, penyortiran merek-merek yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen dan menentukan merek yang akan dipilih. Tentunya hal ini konsumen diberatkan dalam tahap penyortiran merek, sehingga barang yang di pilih akan terpaku pada merek yang di sortir tersebut. Oleh karena itu kebanyakan konsumen ingin memilih merek hanya dengan langkah yang mudah. Maka dengan Aplikasi Syaraf Tiruan akan membantu konsumen dalam hal pemilihan merek.

Persoalan pemilihan merek dengan jaringan syaraf tiruan telah diusulkan beberapa penulis (Hruschka, 1993; Dasgupta et al., 1994; West et al., 1997; Hu et al., 1999; Hruschka et al., 2002; Vroomen et al., 2004). Berikut beberapa persoalan dalam hal pemilihan merek yaitu :

1. Seperangkat Pertimbangan

Seperangkat pertimbangan merupakan bagian dari merek yang diambil oleh konsumen untuk membuat keputusan. Dalam tahap pengambilan keputusan ini, konsumen mengumpulkan semua merek yang ada sehingga terkumpul banyak merek yang nantinya akan dipilih satu merek oleh konsumen. Setelah merek-merek tersebut terkumpul, maka konsumen melakukan penyortiran merek, yaitu dengan membuang merek-merek yang tidak relevan dengan keinginan konsumen.

2. Pembentukan Seperangkat Pertimbangan

Konsumen dapat menyusun seperangkat pertimbangan dengan berbagai cara.  Pembentukan seperangkat pertimbangan tersebut bisa berdasarkan ingatan maupun rangsangan. Konsumen mengambil sikap apakah barang tersebut akan dipertimbangkan atau dibeli di dasari oleh dua karakteristirk yaitu pertama adalah karakteristik khusus dari konsumen seperti demografi dan sosial. Demografi berdasarkan jenis kelamin, usia, tinggi badan dan berat badan. Sedangkan sosial berdasarkan pengaruh dari keluarga, teman, peran dan status. Kemudian karakter kedua adalah berdasarkan merek yaitu harga, kualitas, image dan iklan.

3. Penentuan Pilihan Akhir

Seluruh pengambilan keputusan oleh konsumen dilakukan melalui dua tahap. Struktur proses sama dengan yang didalam jaringan syaraf tiruan disebut feed forward. Jaringan terdiri dari 3 lapisan. Lapisan yang pertama merupakan lapisan input yang mempunyai karakteristik  konsumen dan karakteristik merek. Lapisan kedua (yang tersembunyi) adalah seperangkat pertimbangan. Lapisan ketiga merupakan lapisan output adalah pemilihan merek. Selain itu, pada lapisan output dimungkinkan mengunakan informasi tambahan.

4. Persamaan Matematis

Tahap matematis ini merupakan tahap perhitungan mengenai persamaan-persamaan mengenai syaraf tiruan yang menghasilkan model dua tahap yang menggambarkan pemilihan merek. pertama menghitung probabilitas masing-masing merek untuk dipertimbangkan di dasarkan pada karakteristik konsumen dan merek. Selanjutnya berdasarkan probabilitas dan informasi tambahan, pemilihan merek dapat dilakukan.